Tempat Suci dan Taman Meditasi
Sebagai upaya lebih lanjut untuk melestarikan peninggalan-peninggalan purbakala di petirtan Polaman dan mengembalikan kesucian tempat ini sebagai Mandala Sanghyang, maka diadakanlah serangkaian pembangunan dan penataan secara bertahap oleh Kedatwan Singhasari dan swadaya masyarakat Lawang-Singosari.![]() |
| Yantra, akshata/beras kuning, dan air suci yang akan ditempatkan sebagai pembungkus dasar bangunan suci Sanghyang Saptaarga |
![]() |
| SAA Suryadhi, Adyakulapati Kedatwan Singhasari menempatkan dasar bangunan suci |
![]() |
| Bangunan suci utama yang didedikasikan kpd Sanghyang Saptaarga Sri Mahawisnu Miniatur candi ini dihias sesaat sebelum upacara penyucian/pemlaspasan |
![]() |
| Pratima Bhattara Marawijaya Ganapati yg sebelumnya dirawat oleh Pratyayakara di Anantasana dr. SAB. Putu Beniartha, selanjutnya ditempatkan di Saptaarga Polaman |
Pembangunan selanjutnya terus diupayakan terutama membangun tembok di sekeliling bangunan suci utama berupa miniatur candi yang kemudian akan dipersembahkan sebagai kedudukan niskala/pelinggih dari Sanghyang Sri Mahawisnu dan pusat dari taman meditasi. Semua dikerjakan secara swadaya. Bahkan Rm. SAA. Suryadhi sendiri yang turut membangunnya dengan kemampuan undhagi (pertukangan) yang tiba-tiba saja dimilikinya (sebenarnya beliau seorang teknisi/mekanik dan aktivis sosial-politik).
![]() |
| Rm. Mangku Dharma mengerjakan ukiran naga yang melingkari pagar pembatas |
![]() |
| Bekerja bergantian dengan Rm. Suryadhi dengan peralatan seadanya |












Tidak ada komentar:
Posting Komentar