Minggu, 12 Juli 2015

MANDALA SANGHYANG SAPTA ARGA RI POLAMAN (2)

Tempat Penyucian Diri dan Taman Meditasi
Teristimewa situs suci Polaman ini sesungguhnya pada jaman dahulu berupa tempat peribadatan yang lengkap dengan pertapaan dan  petirtaan atau tempat pemandian sucinya. Setelah masyarakat menganut keyakinan baru, maka bangunan-bangunan itupun terabaikan, rusak, dan runtuh. Karena besarnya debit air yang dipancarkan sumber dari petirtaan ini, maka Belanda menggunakannya untuk sumber air minum utama di wilayah Lawang. Peninggalan kepurbakalaan dari runtuhan bangunan suci tersebut lalu kian mengalami kehancurannya lebih lanjut. Balok batu-batu andesit berukuran besar digunakan untuk pengeras jalan yang kini menjadi Jl. Indrokilo. Sebagian peninggalan yang masih cukup utuh seperti arca-arca, prasasti, fragmen candi, dsb. pada jaman setelah kemerdekaan malah semakin banyak hilang karena dihancurkan, dijarah, dan diperjualbelikan. 
Papan peringatan pada situs kepurbakalaan Polaman

Sebagian peninggalan di bawah pohon beringin
Fragmen batu-batu candi yang terbelit akar beringin

Fragmen batu-batu candi dan arca-arca
Batu-batu candi
Batu-batu candi di teras paling atas

Kesanghyangan Saptaarga Polaman yang dipilih oleh Kedatwan Singhasari sebagai titik awal memasuki wilayah spiritual Malang Raya merupakan tempat untuk melaksanakan ritual penyucian diri/penglukatan yang pertama. Para Pratyayakara yaitu orang-orang yang mengemban kepercayaan, tugas, dan tanggungjawab tertentu  dari Kedatwan Singhasari Karo, melaksanakan ritual Parisuddha di sini. Ritual tersebut merupakan penyucian diri dari segala macam kekotoran jasmani dan rohani yang mengakibatkan kesialan, penyakit, dan berbagai halangan yang menghambatnya dalam melaksanakan tugas kewajibannya, sekaligus momen awal untuk menempatkannya sebagai pengemban amanat Pratyayakara. Upacara ini juga dapat dilaksanakan bagi siapa saja yang memerlukan dan meyakini manfaat penyuciannya dengan pengaturan terlebih dahulu oleh para Pratyayakara Kedatwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar