Singhasari, sebuah kerajaan yang dahulu pernah berdiri di Nusantara, di wilayah sebelah timur gunung Kawi, adalah negeri bersejarah yang menjadi tempat munculnya tokoh-tokoh dengan ide pemikiran besar dan bercita-cita agung. Di sinilah Sang Pendobrak, Sri Ranggarajasa, Ken Angrok, menjadi Bhattara Amurwabhumi, yang dengan perjuangannya menjadi cikal bakal wangsa Rajasa, yang pernah memimpin Nusantara mencapai masa kejayaannya. Di sinilah hidup seorang wanita mulia, yang dipuji kecantikannya dan juga dipuja kebijaksanaan serta kemampuan spiritualnya. Wanita yang telah menguasai karma hamamadangi, hidupnya terang bercahaya dan mampu menerangi hidup orang lain dengan cahayanya. Dialah Sang Parameshwari Ken Dedes, Bhattari Prajnaparamita yang menjadi ibunda para raja. Inilah tempat bertahtanya Sri Maharaja Kritanagara, yang telah melahirkan cita-cita persatuan dan kesatuan, demi membawa negara dan bangsanya melawan segala bentuk penjajahan asing, dan menjadikannya disegani dunia.Sayangnya itu semua kini hanyalah sekedar cerita kebesaran sebuah bangsa di masa lampau. Keagungan dan kewibawaan yang membanggakan itu, kini sudah tenggelam dan terlupakan. Bermula dari keinginan besar untuk mengembalikan kewibawaan Bhumi Singhasari yang kini tinggal kenangan, dengan puing-puing peninggalan sejarahnya yang berserakan. Maka para pelestari budaya, pemerhati sejarah, dan mereka yang merasa sebagai pewaris sisa-sisa kebesaran Singhasari mulai bersatu-padu, paling tidak dalam semangat, doa, dan pengharapan bersama.
Sebagai awal mula usaha mewujudkan kembali kewibawaan Bhumi Singhasari, maka pada tgl. 1 Desember 2012, untuk pertama kalinya dilaksanakan upacara suci yang disebut Sesaji Agung Paripurna Bhumi.
Lihat:
Sesaji Agung Pemaripurna Bhumi (1)
Sesaji Agung Pemaripurna Bhumi (2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar